Latest Post

KPK seperti Banteng Matador yang Buta,Asal Seruduk

Written By PKS PEDAN on Wednesday, June 26, 2013 | 9:27 AM

Indahnya Kesucian Hati

Written By PKS PEDAN on Saturday, June 22, 2013 | 7:31 AM

Suatu hari Rasulullah berkata kepada sahabatnya, ''Kalau kalian ingin tahu calon penghuni surga, lihatlah nanti seorang hamba Allah yang duduk di pojok masjid.'' Para sahabat dengan rasa penasaran ingin melihat sosok yang digambarkan Rasulullah. Setelah tiga hari diamati, ternyata orang tersebut hanya orang tua biasa tanpa memperlihatkan kelebihan khusus.
Karena penasaran, seorang sahabat sengaja bermalam di rumah Pak Tua itu untuk melihat langsung amalannya yang membuatnya menjadi calon penghuni surga. Setelah diamati, tidak ditemukan sebuah amalan pun yang melebihi amalan sahabat Rasulullah yang lain.
Akhirnya sahabat itu memberanikan diri bertanya, ''Amalan apa yang menyebabkan engkau dikatakan Rasulullah calon penghuni surga?'' Pak Tua itu menjawab, ''Tidak ada wahai sahabatku, tapi mungkin ada dua hal yang selalu saya lakukan sebelum saya tidur: pertama, sebelum berbaring tidur saya membuang rasa dendam kepada manusia yang menyakiti saya di siang hari; kedua, saya akan memaafkan kesalahan orang lain kepada saya sebelum dia sempat meminta maaf.''
Akhirnya sahabat tersebut yakin bahwa inilah yang dimaksud Rasulullah dengan perbuatan yang membuat seorang manusia masuk surga. Seluruh ibadah dan kewajiban serta larangan Allah terhadap manusia tujuan akhirnya satu, yaitu menjadi manusia yang memiliki hati yang bersih. Karena, dari hati yang bersihlah lahir sifat mulia dan terpuji yang sangat berguna untuk membentuk suatu masyarakat yang harmonis dan aman.
Kedua sifat yang dijelaskan dalam kisah di atas merupakan sumber kegalauan hati yang pada gilirannya akan menyibukkan pikiran dengan rasa dendam dan selalu memikirkan kesalahan orang lain. Akibatnya, keinginan untuk beribadah berkurang; rasa khusuk dalam beribadah akan terganggu.
Di sinilah kegembiraan setan, dengan kita membukakan pintu hati untuk digoda agar lupa kewajiban sebagai hamba Allah. Seluruh pikiran terbelenggu untuk selalu melihat orang dengan segala nikmat dan bencana. Ketika orang lain mendapat nikmat, hatinya menjadi gelisah, dan ketika mendapat bencana hatinya gembira di atas penderitaan orang lain.
Memperoleh kesucian hati bukanlah pekerjaan yang mudah. Hati manusia bagaikan gelombang. Selalu berubah-ubah sesuai kekuatan ketakwaan. Manusia harus melatih hati dengan amal yang mulia. Dalam istilah ilmu tasawuf dikenal dengan istilah mujahadah, dan dalam menjalaninya harus melakukan secara sungguh-sungguh.
Ada seorang ulama yang untuk melatih sifat rendah hati rela melakukan pekerjaan yang dianggap orang lain hina, dan berpakaian murahan selama bertahun-tahun. Tak lain tujuannya adalah agar tidak terdapat sifat sombong dalam hati yang sangat dimurka Allah. Allah akan menerima manusia berhati suci di akhirat kelak dengan maghfirah dan rahmat yang berlimpah. Sedangkan hati yang busuk, niscaya murka Allah yang akan diterima.
oleh : Hanief Sarwono
 Thank to ustd.Slamat Nurdin

Rahasia SBY, Tidak Pecat Menteri Dari PKS

Written By PKS PEDAN on Friday, June 21, 2013 | 11:13 PM

Hubungan Presiden dan Mentrinya adalah hubungan profesionalisme dan Kinerja, bukan hubungan politik. Walaupun ketergabungan mereka dalam pemerintahan awalnya berasal dari hubungan Politik.
Jadi walau secara politik PKS dan SBY bersebrangan, namun dalam urusan pemecatan Mentri maka haruslah berdasarkan kinerja metntri itu sendiri. Itulah yang profesional.
Bila berkaitan dengan kinerja Mentri, berdasarkan survei LSI, kinerja Mentri-Mentri PKS justru yang paling memuaskan. Tingkat ketidakpuasan publik terbesar justru berasal dari mentri-mentri Demokrat. Yaitu, mentri yang berasal dari partai SBY sendiri.
Berikut urutan ketidakpuasan publik terhadap kinerja mentri dari partai, hasil survei LSI :
1. Demokrat 42,56%
2. PPP 40,06%,
3. PKB 39,65%,
4. PAN 38,21%
5. Golkar 35,81%
6. PKS 32,56%
Bagaimana dengan kinerja Mentri secara perorangan ?
Berdasarkan survei LSN, justru Mentri Pemuda dan Olahraga dan Menko Perekonomianlah yang kinerjanya paling buruk, menyusul Mentri Keuangan dan Mentri agama.
Bagaimana dengan penyelewengan anggaran kementrian ?
Hasil penelitian Fitra, dari 36 kementrian dan lembaga negara yang melakukan penyelewengan anggaran. Dari 11 departeman dan lembaga yang terbesar melakukan penyelewengan, tidak ada satu pun kementrian yang dipimpin oleh kader PKS masuk dalam daftar tersebut.
Berikut 11 terbesar dari penyelewengan adalah sbb :
1. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.5.938.049.057
2. Kementerian Tenaga kerja dan Transmigarasi dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.4.515.281.738
3. Kementerian keuangaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.537.453.076
4. Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.470.846.383
5. Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.2.551.062.985
6. Kementerian Agama dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.792.895.663
7. Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.555.118.598
8. Badan Pertanahaan Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.420.884.887
9. Badan Nasional Penempatan Perlindungaan Tenaga kerja Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.391.956.389
10. Kementerian Koperasi dan Usaha kecil dan menengah dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.033.809.400
11. Badan Narkotika Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.810.228.015
Dari sisi kinerja maka publik lebih puas dengan kinerja mentri PKS dari pada mentri dari partai lain. Begitu juga departemen yang dipimpin oleh PKS cendrung lebih bersih dari partai lain.
Tidak itu saja, penghargaan internasional FAO untuk Indonesia, salah satunya hasil kerja keras dari mentri pertanian dari PKS.
Jadi wajar saja bila SBY bingung untuk memecat Mentri-Mentri dari PKS
Nasrulloh Mu
http://politik.kompasiana.com/2013/06/21/rahasia-sby-tidak-pecat-mentri-pks-567214.html

Ustdz Arifin Ilham : Miss World Legalisasi Kemaksiatan

Written By PKS PEDAN on Thursday, June 20, 2013 | 3:26 PM

 
PKSPedan
-Malam puncak penyelenggaraan Miss World pada September 2013 mendatang rencananya bakal dihelat di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat. Menyangkut hal ini tokoh masyarakat Sentul sekaligus pimpinan Majelis Azzikra, Ustadz Arifin Ilham secara tegas menolak penyelenggaraan Miss World di Sentul, termasuk di daerah lain di Indonesia.
“Ini bentuk melegalisasi kemaksiatan di Indonesia,” katanya.
Meskipun penyelenggara berjanji para konsentan akan berbusana sopan, tetapi Ustadz Arifin tetap menolaknya.
“Apapun bentuknya, itu hanya Pengondisian saja. Harus kita tolak,” tandasnya
Ustadz Arifin meminta kepada penyelenggara (MNC Grup) agar berpikir panjang dalam menyelenggarakan event kontes kecantikan itu di Indonesia.
“Sepertinya mereka (penyelenggara) harus berpikir panjang. Kehidupan ini tidak hanya di dunia, tetapi ada kehidupan akhirat juga. Mestinya itu yang mereka pikirkan,” terang Ustadz Arifin kepada hidayatullah.com Rabu (19/6/2013) pagi di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Menurutnya, penyelenggaraan Miss World dapat mengundang bibit-bibit maksiat di saat kemaksiatan sudah semakin hebat di Indonesia.
(hidayatullah/arrahmah.com)

Hatta Rajasa Disebut di Sidang Suap Impor Daging Sapi

Juard, mengungkapkan itu dalam nota pembelaan diri (pledoi), yang Ia sampaikan guna menanggapi tuntutan 10 tahun penjara Jaksa KPK, di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/6).
Terdakwa suap impor sapi yang juga Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi, membenarkan Menteri Koordinator Perekonomian dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa terlibat dalam kasus dugaan korupsi penambahan kuota impor daging sapi.
Ari Purwanto
Sumber : http://www.aktual.co/hukum/184916dirut-indoguna-benarkan-hatta-rajasa-terlibat-suap-impor-daging-sapi

Prof Iberamsjah Sebut Parpol Pendukung Naiknya Harga BBM Seperti ‘Sekawanan Bebek’ yang Mudah Diatur



iberamsjah-prof UI-jpeg.image
PKS Pedan-Guru besar ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, rakyat akan menghukum partai politik yang pro alias mendukung opsi kenaikan harga BBM bersubsidi.
Pasalnya, kenaikan harga BBM bersubsidi hanya akan menambah beban hidup rakyat. “Partai yang mendukung kenaikan BBM tidak akan dipilih lagi oleh masyarakat di (Pemilu) 2014,” kata Iberamsjah kepada Republika, Senin (17/6/2013).
Iberamsjah menyayangkan sikap partai koalisi yang tidak kritis terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Dia mengibaratkan partai-partai itu seperti sekawanan bebek yang mudah diatur.
“Mereka itu (Golkar, PKB, PPP, PAN) partai politik bebek karena hanya mengikuti Demokrat,” ujarnya.
Kata Iberamsjah, partai koalisi bersikap pragmatis menyikapi kenaikan harga BBM. Mereka tidak berpikir jernih dan kritis akan dampak kenaikan harga BBM ke masyarakat.
Iberamsjah menyatakan, partai koalisi sengaja mendukung  kenaikan harga BBM demi mengamankan posisi menteri mereka di kabinet.
“Mereka takut kehilangan (kursi) menteri, makanya mendukung kenaikan BBM,” kritik Iberamsjah. (ROL)

Difitnah Punya 8000 Ekor Sapi di Bandung, Inilah Jawaban Aher

Written By PKS PEDAN on Wednesday, June 19, 2013 | 7:23 AM

KPK Kembalikan Satu Mobil Mewah Milik LHI

Written By PKS PEDAN on Sunday, June 16, 2013 | 6:08 AM

Komisi Pemberantasan Korupsi mengembalikan satu unit mobil mewah milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfhi Hasan Ishaaq kepada DPP-PKS, yang sebelumnya sempat disita KPK.

Dua perwakilan PKS, Miftah dan Agus, menyambangi KPK sekitar pukul 19.00 Wib, Sabtu (15/6). KPK menyerahkan sebuah dokumen yang tampak ditandatangani oleh perwakilan KPK. Tak lama diserahkan sebuah kunci dan tampak Miftah dan Agus langsung bergegas menuju salah satu mobil yanhg terparkir di area gedung bagian belakang KPK.

Agus terlihat sibuk memeriksa mesin mobil mewah bermerk Toyota Fortuner berwarna hitam bernomor polisi B 544 RFS. Sementara Miftah terlihat merapikan bagian dalam mobil.

Saat dikonfirmasi oleh Metro TV Miftah mengaku hanya disuruh pengurus DPP PKS untuk mengambil mobil di KPK. Iapun enggan berkomentar banyak.

Sementara Agus mengatakan dirinya diperintahkan salah seorang pengurus DPP-PKS untuk mengambil mobil dari Gedung KPK guna dibawa kembali ke DPP-PKS di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Meski Agus tidak menyebut siapa pengurus PKS yang menyuruhnya namun ia mengaku dirinya mengikuti perintah dikarenakan dirinya bekerja sebagai montir di DPP PKS.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, KPK menyita sejumlah mobil dari Kantor DPP PKS di antaranya mobil jenis VW Carravel (B 948 RFS), Mazda CX9 (B 2 MDF), dan Toyota Fortuner (B544 RFS), Mitsubishi Pajero Sport dan Nissan Navara.(Mario Pasaribu)
Editor: Deni Fauzan

Berkas LHI Belum Masuk Pengadilan, KPK Semakin Kebingungan?

Written By PKS PEDAN on Saturday, June 15, 2013 | 11:02 AM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku saat ini belum menyerahkan berkas kasus yang menjerat Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan koleganya Ahmad Fathanah ke pengadilan.

"Belum dilimpahkan ke pengadilan, masih menyusun dakwaan," kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Senin (10/6).

KPK telah menyelesaikan berkas penyidikan Luthfi Hasan pada Kamis
30 Mei lalu. KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan terhadap Luthfi maupun Ahmad Fathanah yang berkas penyidikannya lebih dulu selesai. Rencananya pertengahan Juni sidang dimulai.

Dalam kasus dugaan suap terkait impor daging, Luthfi Hasan bersama Ahmad Fathanah dijerat dengan Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun dalam kasus TPPU, KPK menjerat Luthfi Hasan dan Ahmad Fathanah dengan Pasal 3, Pasal 4, atau Pasal 5, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
sumber : http://www.suaranews.com/2013/06/berkas-lhi-belum-masuk-pengadilan-kpk.html

Cantiknya Permainan PKS

Written By PKS PEDAN on Friday, June 14, 2013 | 5:06 PM

Partai Keadilah Sejahtera (PKS) memang luar biasa. Langkah-langkah politiknya memperlihatkan kecerdasan, keberanian dan kematangan dalam berpolitik di dunia politik Indonesia. “Badai Sapi” yang melanda PKS beberapa waktu lalu, meskipun belum selesai, kini terasa mereda dan hanya meninggalkan “luka-luka lecet”. Sampai sejauh ini PKS dapat mengatasinya dengan baik.
Malah kalau disimak lebih jauh, badai tersebut justru telah berhasil melambungkan nama PKS, menjadi menu utama di berbagai media massa. Di media kita ini, Kompasiana,  keyword PKS berada diurutan teratas pencaharian netizen di bulan lalu, dan kemungkinan besar untuk bulan ini dan bulan berikutnya,
Suka atau tidak, berdasarkan hipotesa yang didukung berbagai fakta, badai itu telah meningkatkan kepopulerannya.
Kemudian, PKS berhasil memperpanjang atau melanjutkan masa ketenaran ini (yang secara tidak langsung diakibatkan oleh badai sapi) dengan kekonsistenan dan keberaniannya sebagai partai yang pertama dalam menolak rencana pemerintah untuk menaikkan BBM bulan ini.
Kekonsistenan akan sikapnya tersebut telah menarik simpati dari berbagai kalangan, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) , dan diikuti oleh penolakan partai-partai lainnya yaitu PDIP , Gerindra dan Hanura.
Selanjutnya PKS dengan tenang dan bijaksana menghadapi berbagai caci maki dan hinaan atas sikapnya tersebut (terutama dari elit Partai Demokrat, lagi, justru meningkatkan simpati sebagian rakyat kepada PKS) karena posisi PKS yang berada dalam partai koalisi pimpinan SBY. Padahal kalau diteliti secara seksama, PKS tidak ada melanggar isi perjanjian koalisi .
Tidak ada disebutkan bahwa PKS harus selalu menyepakati kebijaksanaan koalisi. PKS tidak ada menyerang dan mendiskreditkan partai lain. Tidak ada kewajiban bagi PKS untuk mengundurkan diri apabila berbeda dengan keputusan partai-partai lain dalam koalisi, kecuali atas keputusan pimpinan koalisi.
Hingga hari ini belum ada keputusan resmi untuk mengeluarkan PKS oleh pemimpin koalisi, sepertinya SBY takut terhadap akibat keputusannya apabila ia mengeluarkan PKS dari koalisi.
Sungguh sangat menarik sekali ucapan Hidayat Nurwahid dalam menyikapi hal ini, bahwa normal menggunakan kaki dua, karena kalau satu kaki berarti pincang  . Selain itu beliau juga menegaskan bahwa PKS bukan bawahan Partai Demokrat .
PKS tetap menjaga jati dirinya, meskipun berkoalisi dengan partai-partai lain.
Well Dear Readers…
Sungguh PKS merupakan partai yang disegani dan sangat berpengaruh dalam dunia politik di Indonesia, yang dapat dilihat banyaknya pembahasan mengenai sepak terjang PKS, dari pernyataan-pernyataan elit-elit politik dan dari opini-opini rakyat di berbagai media massa.
Menyimak kebijaksanaan-kebijaksanaannya yang sangat cerdas ini, masuk akal, Presiden PKS, Anis Matta, memiliki keyakinan bahwa PKS akan mencapai tiga besar dalam pemilu tahun depan.
Salam Hangat Sahabat Kompasianers ^_^
Oleh : Rahmad Agus Koto
##http://politik.kompasiana.com/2013/06/14/cantiknya-permainan-pks-568831.html

PKS : Demokrat Anut Politik Belanda "Pecah Belah"

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus berseberangan dengan pimpinan koalisi yakni Partai Demokrat (PD). Terlebih setelah politisi PD terang-terangan menawarkan tiga menteri yang merupakan kader PKS untuk pindah ke PD, karena tidak sejalan dengan suara Fraksi PKS di DPR. 

Anggota Majelis Syuro PKS, Idris Lutfhi, menilai, ini upaya memecah belah PKS. "Mereka kan memang tukang pecah belah, politik belah bambu, Sutan (Bathoegana) paling berbakat soal itu," ujarnya di Gedung DPR, Jumat (14/6).

Tak segan-segan, Lutfhi menyebut cara-cara yang dilakukan partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menganut cara penjajah Belanda.

"Satu bagian diinjak, yang satu terangkat. Itu supaya bambunya bisa dibelah. Itu politik Belanda," ujarnya.

Sebelumnya, politisi PD, Sutan Bhatoegana, menawarkan Menteri Komunikasi dan Informasi Tiffatul Sembiring, Menteri Sosial Jafar Seggaf Al Jufri, dan Menteri Pertanian Suswono bergabung dengan PD. 

"Lagi pula, kalau mereka bisa jadi mereka tetap gabung, tapi pakai baju Demokrat kan bisa? Politik itu indah. Langsung saja kita jadikan mereka ketua departemen bidang sosial dan bidang komunikasi," ujarnya.
Sumber  : http://www.aktual.co/politik/140909pks-demokrat-menganut-politik-belanda

Din Syamsudin : BLSM bermuatan politik

Written By PKS PEDAN on Thursday, June 13, 2013 | 7:52 AM

Ujung Kisah Century : Sebuah Catatan Dan Penelusuran Fahri Hamzah

Written By PKS PEDAN on Wednesday, June 12, 2013 | 8:14 AM

2. Sulit untuk diterima, jika kasus yang telah menyita perhatian publik ini, tidak dipertanggungjawabkan, apalagi dilupakan. Paling tidak, kita menentukan arah sejauh mana arah kasus yang merugikan negara triliunan rupiah tersebut berujung. Kasus Bank Century telah diawali dari sebuah proses politik konstitusional, karena itu pula ia harus diakhiri dengan proses yang juga konstitusional.
3. Data dan fakta hukum yang disajikan dalam serangkaian sidang yang panjang, tidaklah mengurahi keabsahan konstitusional yang seharusnya dijalani oleh proses ini. Apalagi telah terbukti, sebagaimana diungkapkan oleh BPK, kasus ini telah melibatkan jantung kekuasaan, khususnya pihak-pihak yang saat ini sedang memangku jabatan di aras puncak kekuasaan.
4. Buku ini menyajikan data dan fakta sebagaimana yang terungkap dalam sidang Pansus Bank Century, demikian pula perkembangan yang terungkap dalam sidang Tim Pengawas Bank Century. Karena itulah penulis hendak mengungkapkan bahwa kejanggalan yang diekspresikan dengan keresahan menjadi bahan penting untuk dibukukan, agar publik menyadari sejauh mana kasus ini berawal dan berkembang hingga menyisakan persepsi dalam opini publik. Penulis berusaha menghindari berbagai kepentingan sensasional dengan dukungan data dan fakta yang objektif, sistematis dan komprehensif.
5. Meski demikian, kita pun harus menerima kenyataan, bahwa rekomendasi dan kesimpulan Paripurna DPR-RI serta berbagai temuan dalam Tim Pengawas Century, tidak membuat lembaga penegak hukum untuk sepenuhnya mengakomodasi temuan-temuan tersebut sebagai fakta-fakta lanjutan demi memenentukan pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam kasus ini.
6. Pada akhirnya, sulit memisahkan kuatnya aroma kekuasan yang melingkupi kinerja lembaga penegak hukum, khususnya KPK. Kondisi ini tentu saja akan merusak tatanan hukum itu sendiri dan semakin menegaskan ketumpulannya saat berhadapan dengan kekuasaan.
7. Pada akhir buku ini, penulis menyajikan solusi politik yang layak diajukan mengiringi kompleksitas persoalan kasus Bank Century. Boleh jadi, ke-mega-an skandal yang terjadi pada kasus Bank Century telah membuat institusi-institusi penegak hukum cenderung kehilangan “nyali” dalam menentukan sikap. Namun, kita tidak bisa menolak kenyataan, bahwa kasus ini harus dijelaskan dan diselesaikan. Menyandera persoalan demi mengakomodasi kepentingan kekuasaan bukanlah jalan yang bijak, sebab akan tetap menjadi ”hutang” bagi setiap orang dan institusi yang pernah terlibat di dalamnya (justice delayed, justice denied).
8. Kita tidak perlu berburuk sangka terhadap pihak-pihak yang layak bertanggung jawab. Pun kita tidak sepantasnya menyimpan persoalan ini seperti menyimpan “kotoran” di bawah karpet kebangsaan kita yang setiap saat bisa mengeluarkan bau tidak sedap. Kita hanya perlu bersikap jujur pada diri sendiri, pada hukum, pada negara dan pada publik. Kasus Bank Century telah kita buka dengan terang-benderang, saatnya kita menyelesaikannya atau “menutup”-nya dengan terang-benderang pula.
9. Kasus Bank Century ini telah memantik kesadaran konstitusional kita. Akankah kita berpegang erat pada sistem dan kelembagaan yang telah diamanatkan oleh UUD 1945, ataukah hanya terpaku pada kultus individual-personal yang justru bisa datang “silih-berganti”.
10. Demokrasi tidak akan besar dan bermakna jika hanya digadai oleh personalitas semata. Demokrasi menjadi rendah dan, bahkan, tak bernilai jika hanya mengumbar ketidakpastian dan retorika. Kasus Bank Century adalah ujian bagi semua tekad dan niat baik kita dalam menata sistem sosial, politik, ekonomi dan hukum yang lebih baik, melapangkan jalan bagi demokrasi yang kita rindukan untuk sepenuhnya mewarnai tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, memastikan “Kemana Ujung Century” lebih penting dari sekedar menguburnya dalam alam bawah sadar kita
Sumber : Fachri Hamzah.com

Tantowi Yahya Dan Sejumlah Tokoh Diam-diam Kunjungi Israel....heemm

Namun secara diam-diam, sejumlah tokoh asal Indonesia melakukan lawatan kontroversial ke Israel. Salah satunya adalah anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya yang ikut bertemu dengan anggota Parlemen Israel Knesset di Tel Aviv. Kabar itu terbongkar setelah media setempat, Israelhayom.com, Selasa (11/6), mengumumkan pertemuan rahasia tersebut. Kunjungan dilakukan pekan lalu.
“Ini mungkin pertama kalinya delegasi dari negara Asia Tenggara mengunjungi Israel dan bertemu dengan anggota parlemen Israel,” demikian pernyataan Harian Hayom. Bukti kunjungan itu bisa didapatkan dari foto yang beredar dengan latar belakang kantor anggota parlemen Israel.
Kunjungan politikus Partai Golkar itu difasilitasi organisasi pro-Zionis Yahudi Australia yang menyediakan akses perjalanan ke negeri pimpinan Benjamin Netanyahu itu. Kelompok Yahudi Australia itu selalu berusaha mempertahankan hubungan persahabatan dengan Knesset Speaker Yuli Edelstein dari Partai Likud yang bertugas mengurusi diplomasi publik.
Anggota DPR fraksi Golkar Tantowi Yahya mengaku diundang Australian-Jewish Association berkunjung ke Israel selama 4 hari. Tantowi mengungkapkan, ia dan lima orang lain dari media, perguruan tinggi, dan lembaga think tank diundang untuk dipertemukan dengan petinggi Israel.
Kondisi berbeda justru pernah dialami perwakilan resmi Pemerintah Indonesia. Marty Natalegawa bersama menlu dari 12 negara lain yang pernah berencana berkunjung ke Ramallah, Palestina, pada Ahad-Senin, 5-6 Agustus 2012. Marty dijadwalkan menghadiri pertemuan tingkat menteri Gerakan Non Blok (GNB) tentang Palestina.
Sayangnya, pihak Israel yang memiliki otoritas tidak mengizinkan mantan duta besar RI untuk PBB itu
Kunjungan itu menimbulkan banyak pertanyaan bagi publik. Apalagi, dari foto terlihat, delegasi Indonesia sangat akrab dengan pejabat negeri Zionis itu.
Sangat mungkin, kunjungan mantan presenter televisi ke Israel itu bakal menyulut kemarahan rakyat Indonesia. Pasalnya, kunjungan itu sama saja dengan bentuk pengakuan atas eksistensi Israel yang berdiri dengan mengusir rakyat Palestina (maw/hm/rol)

Redaktur: Saiful Bahri

Utang Indonesia Sudah Rp 2000 T,Rencana Tambah Rp 300 T, Masya Allah..

Written By PKS PEDAN on Tuesday, June 11, 2013 | 8:01 AM

Direktur Indef Enny Sri Hartati menilai pemerintah sudah terlalu candu dalam menambah utang setiap tahunnya. Apalagi utang digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif, seperti pembiayaan subsidi BBM.
“Ada tradisi kecanduan utang semakin menggila dalam RAPBN P 2013. Utang baru dalam bentuk SBN Bruto saja mencapai Rp 341,7 triliun,” kata Enny dalam konferensi pers Tanggapan Indef atas RAPBN P 2013, di Apartemen Park Royal, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (10/6/2013)
Ia mengakui rasio utang Indonesia terhadap PDB telah menurun. Namun, tetap tidak menjadi jaminan kestabilan kedepannya. Utang yang terus bertambah akan menyebabkan instabilitas ekonomi yang dapat memicu krisis.
“Kita lihat dari pembayaran utang. Utang ini kan membutuhkan devisa untuk mengembalikan atau membayar bunga. Kalau ekspor kita tetap jeblok dan kebijakan pemerintah terus menambah utang, artinya akan terus tergeruskan devisa kita,” jelasnya.
“Jadi bagaimana mungkin kita berutang hanya habis untuk subsidi. Dulu kita punya konsep kalau utang itu untuk hal-hal yang produktif atau proyek, sehingga bisa di refinancing. Ketika cuma subsidi, maka akan mengancam fiskal dampaknya,” tegas Enny.
Tidak produktif nya penggunaan utang, menurut Enny juga terlihat pada belanja modal yang terus menurun pada APBN Perubahan 2013. Ini bertolak belakang, dengan pernyataan pemerintah yang sering menyuarakan soal stimulus fiskal.
“Belanja modal sebagai stimulus fiskal justru menurun dari 16% menjadi 15,7%,” sebut nya.
Di samping itu, Enny melihat perekonomian global masih belum terlihat perbaikan. Sehingga ancaman untuk tekanan terhadap anggaran terus semakin terlihat.
“Utang bukan solusi yang populis untuk meredam tekanan fiskal saat ini. Justru utang berpotensi memperlebar tekanan fiskal dan mengurangi kredibilitas kebijakan pemerintah di mata publik,” ucapnya. (mj/dtk)

Inilah Alasan Saya Membela PKS

Written By PKS PEDAN on Sunday, June 9, 2013 | 9:11 PM

Dalam setiap artikel yang saya posting bernada membela PKS, selalu ada komentar mencaci dengan mengatakan saya bodoh, telah dicuci otak, termakan taklid buta, dan sebagainya. Menjadi tak enak menerima cacian itu, terutama karena saya tidak merasa diri bodoh. Lebih dari itu saya bukanlah orang yang sempit pergaulan. Saya berkawan dengan Mike Tyson dan La Toya Jackson, meskipun cuma di facebook. Sebagaimana diajarkan oleh Alm. H. Taufik Kiemas, saya percaya betul bahwa Empat Pilar Kebangsaan adalah modal dasar kemuliaan bangsa ini. Berikut ini saya sampaikan alasan saya, mudah-mudahan rekan-rekan kompasianer dapat memahaminya.
Alasan pokok saya adalah: Tuduhan tindak pidana korupsi yang diikuti dengan penahanan dan penyitaan barang-barang yang dilakukan KPK terhadap LHI, AF dan para perempuan lain yang dikaitkan dengan perkara itu, adalah bertentangan dengan UU Negara RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor. UU Tipikor hanya dapat digunakan untuk menjerat Penyelenggara Negara yang korupsi pada bidang kewenangannya, dan pengenaan pasal TPPU hanya dapat dilakukan setelah ditetapkannya pidana pokok. (mengikuti pendapat Prof. Dr. Romli Atmasasmita)
Penghancuran karakter yang dilakukan media massa terhadap mereka yang belum tentu bersalah, (LHI, AF dan para perempuan terkait), adalah tindakan yang berlebihan. Dan mengkait-kaitkan PKS dalam kasus ini adalah tidak beralasan.
Alasan tambahan saya adalah, setiap orang yang mendapat penzaliman hukum wajib dibela, dan aparat hukum wajib diingatkan dan dikritisi, karena penyalahguaan UU Tipikor akan berdampak luas bagi kepastian hukum. Sedangkan kepastian hukum merupakan jaminan bagi tercapainya rasa keadilan bagi setiap warganegara.
Bagi mereka yang bernafsu terus menghujat LHI dan AF, silakan saja, terserah elo-elo. Mudah-mudahan elo-elo nanti ditangkap polisi dengan tuduhan menyuap. Kalau Anda bertanya: Siapa yang saya suap, Pak Polisi? Semoga polisi-nya menjawab: “Nanti kami tunjukkan di pengadilan!”
Kesimpulannya, mari kita tunggu hasil persidangan. Bagaimana pun keadaannya, pengadilan merupakan satu-satunya tempat yang dapat diharapkan untuk menyemai keadilan di muka bumi ini. Meskipun setiap keputusan pengadilan selalu saja tidak memuaskan bagi mereka yang berperkara, tetapi itulah seadil-adilnya keadilan yang dapat dinikmati manusia!
Tetapi jangan menghina PKS. Berjuta-juta orang baik bergabung dalam organisasi itu. Terutama ibu-ibu di pedesaan yang baik hatinya. Seperti kata iklan odol, “Engkau boleh menghina ibumu, tapi jangan menghina ibu orang lain!”
Begitu saja kok sewot!
Tengku Bintang
Sumber : http://hukum.kompasiana.com/2013/06/09/alasan-saya-membela-pks-567179.html

SBY Langgar Konstitusi Kalau Paksa PKS Dukung Kenaikan BBM

Written By PKS PEDAN on Saturday, June 8, 2013 | 9:19 AM

Penolakan naiknya harga Bahan Bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh Partai Keadilan Sejahtera menuai reaksi dari banyak pihak. Bahkan kader Partai Demokrat selaku Partai berkuasa memberikan reaksi yang sangat keras.Namun perlu juga di cermati bahwa kontrak koalisi hanya bisa mengikat hubungan Presiden SBY sebagai Ketua Koalisi dengan menteri-menteri yang dari partai politik.
SBY sangat paham dirinya tidak boleh mengikat DPR dalam hubungan koalisi terkait sebuah kontrak. Karena hal itu akan membuat SBY melakukan tindakan inkonstitusional.
Demikian disampaikan pakar hukum tata negara, Asep Warlan Yusuf kepada wartawan, Jumat (7/6).
“Jadi memang, yang diikat oleh SBY adalah para menteri dari parpol dan bukan fraksi koalisi di DPR. Dan faktanya semua menteri di kabinet termasuk yang dari PKS menerima dan mendukung kebijakan SBY. Tinggal diputuskan saja apakah hal itu cukup atau tidak dan apakah SBY merasa terganggu dengan kebijakan Fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM,” kata Asep.
Posisi Fraksi Partai Demokrat di DPR, menurut dia, tidak bisa mendesak Fraksi PKS untuk menerima keinginan SBY. Karena kontrak dilakukan bukan dengan Fraksi Partai Demokrat, tapi dengan SBY.
“Tentunya Fraksi Partai Demokrat tidak bisa mengatur Fraksi PKS, apalagi menuduh munafik dan bermuka dua. Sebab fraksi itu  juga mitra koalisi dan sama kedudukannya dengan  Fraksi PKS. Di sisi lain, SBY sendiri tidak bisa memaksa karena tidak punya kontrak dengan Fraksi PKS dan kalaupun ada kontrak tersebut maka kontrak itu inkonstitusional dan pelanggaran konstitusi oleh SBY. Tentunya akan membuat SBY bisa di-impeacht. Itu  kalau memang ada kontrak SBY dan Fraksi PKS,” tegasnya.
Dari semua polemik ini, tegasnya kuncinya ada pada SBY sebagai Ketua Koalisi dan juga Presiden yang memiliki hak prerogatif untuk mengangkat atau mengganti menteri-menterinya.
Sebenarnya, kata Asep, kalau SBY mau pecat menteri-menteri PKS, bisa saja karena dia memiliki hak prerogatif. Tapi Asep melihat SBY mengalami dilema yang malah seperti menunjukkan dirinya “bermuka dua.” Satu sisi seharusnya dia paham tidak bisa memaksa DPR, tapi sisi lain tetap memaksa. “Lagi pula dia punya wewenang untuk memecat menteri-menetri PKS tanpa harus memerintahkan Fraksi Partai Demokrat untuk memaksa Fraksi PKS menerima kebijakannya,” demikian Asep. (hg/rmol)

Polri Ngaku Nggak Punya Anggaran Untuk Jilbab, Masyarakat Siap Kasih Sumbangan

Maraknya tuntutan agar Polri membolehkan penggunaan jilbab bagi Polwan saat menjalankan tugas akhirnya mendapat respon dari Mabes Polri. Mabes Polri mengaku sulit untuk mengubah peraturan kapolri (Perkap) yang mengatur soal seragam anggota Polri termasuk polisi wanita (Polwan). Terlebih, jika memperbolehkan jilbab untuk digunakan sebagai pakaian tambahan Polwan.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan, penambahan jilbab jika diberlakukan akan berdampak umum. Sehingga Polri harus menambah kocek tambahan. “Karena kalau pakaian (jilbab) itu dibagikan berarti anggaran nya lain lagi,” ujarnya.
Kontan saja alasan Mabes Polri tidak memperbolehkan polisi wanita (Polwan) untuk mengenakan jilbab karena anggaran ini mendapat respons masyarakat.
Di dunia maya, banyak tweeps berkicau soal pernyataan yang diungkapkan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto tersebut.
Seperti pemilik akun @ea_vw bernama Vera merespons alasan tersebut dengan kicauan singkat, “Ikut urunan,” ujarnya.
Trainer Muslim yang juga seorang mualaf, Felix Siauw dalam akun @felixsiauw, menjelaskan, personel Polwan yang tercatat pada 2011 adalah 14.012 sangat kecil jika dibandingkan jumlah keseluruhan personel Polri yang mencapai 387.470 orang.
Sehingga, nilai yang dibutuhkan Polri untuk anggaran jilbab pun cukup kecil. “Hanya perlu 1,4 M-an aja kok,”ujarnya. Dia menambahkan, pada 2012, anggaran Polri bahkan tercatat 34,4 triliun. “Masak 1,4 M aja nggak bisa disisihkan? kalo nggak ada beneran kita mau kok urunan,”ujarnya.
Kita menunggu respon positif dari Polri atas tuntutan masyarakat ini, jangan hanya karena masalah anggaran maka hak azasi seseorang dikungkung. (diliputnews)

Pancasila,KPK dan PKS

Written By PKS PEDAN on Tuesday, June 4, 2013 | 7:04 AM


Sekitar tiga pekan silam saya menyambangi Gedung KPK untuk meminta ijin menjenguk Ust. Luthfi Hasan Ishaaq di Guntur

Selain disambut oleh senyum ramah penerima tamu, saya juga "disapa" oleh burung Garuda Pancasila dengan latar belakang bendera merah putih

Sungguh gagah lambang KPK tersebut. Betapa tidak dua simbol negara digabungkan sekaligus seakan ingin menunjukkan siapa KPK sesungguhnya

Dengan lambang tersebut seolah KPK berpesan kepada kita bahwa mereka adalah penjaga dan pengamal Pancasila yang sejati

Jadi jangan macam-macam dan berani melawan KPK karena itu sama saja menolak Pancasila

Sayang kesan gagah itu mulai banyak terkikis ketika KPK menangani masalah dugaan suap impor daging sapi

KPK sangat tidak adil dan terlalu lebay diawali dengan penangkapan Ust. Luthfi yang terkesan dipaksakan, penyitaan mobil yang tidak sesuai prosedur

Dan cara penanganan yang berbeda dibandingkan Hambalang, Century, BLBI yang merugikan negara trilyunan rupiah

Awalnya suara-suara protes terhadap kerja KPK berasal dari kader dan simpatisan PKS terutama melalui jejaring sosial

Tak heran jika kemudian ada reaksi dari beberapa pihak bahwa kader PKS tidak kritis dan sangat taklid terhadap qiyadahnya

Tapi belakangan apa yang disuarakan kader PKS juga disuarakan oleh pengamat dan praktisi hukum yang bukan merupakan kader atau simpatisan PKS

Mulai dari pakar Hukum Acara Pidana UI Nasrulloh, Prof Romli, Prof Yusril Ihza Mahendran dan terakhir Yudi Latif

Suara mereka seragam: ada indikasi hukum sebaga alat politik, ada ketidakadilan dalam kasus yang melibatkan PKS, ada abuse of power

Suara mereka yang merupakan orang-orang independen berhati nurani ini patut dijadikan acuan oleh publik bahwa KPK berada di jalan yang salah

Karena itu KPK sungguh tak layak menjadikan burung Garuda Pancasila sebagai simbolnya karena KPK tak mempraktikkan sila keadilan dalam kerjanya

Kalau KPK masih mau menjadikan burung Garuda Pancasila sebagai simbolnya maka mereka harus mengubah cara kerjanya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

Jangan sampai KPK memberi contoh buruk bagi bangsa ini karena hanya menjadikan Pancasila sebagai simbol tak bedanya dg rezim Orde Baru

Dan Soekarno yang menjadi pencetus ide Pancasila 1 Juni 1945 pasti akan menangis tersedu-sedu jika KPK tak mengubah perilakunya

Selamat Hari Lahir Pancasila dan selamatkan KPK
 
Erwyn Kurniawan
Sumber 

Semua Adalah Pilihan

Written By PKS PEDAN on Monday, June 3, 2013 | 6:51 PM


Tak ada yang saya salahkan...,” suaranya mengambang, seakan datang dari negeri yang jauh. “Kecuali diri saya sendiri!”

Aku terdiam, tenang mendengarkan. Sementara mata kami melanglang buana, melahap semua keindahan ciptaan Ilahi yang terpampang hingga batas cakrawala. Punggung bukit yang berhias kerlap-kerlip lampu berwarna jingga, kemerahan, kebiruan, orange dan kuning itu membawa sensasi luar biasa bagi pupil mata.
“Kondisi yang harus saya jalani saat ini, adalah konsekuensi dari pilihan hidup saya sendiri,” suaranya terdengar lagi. Aku masih khusyuk memperhatikan, sambil menikmati udara senja pegunungan yang menyelusup ke seluruh pori-poriku. Sejuk menyegarkan. Kawasan puncak menjelang malam, indah nian.
“Ketika saya baru lulus kuliah dulu, sebenarnya saya sudah ditawari untuk menikah. Namun waktu itu tegas-tegas saya menolak dengan alasan saya mau bekerja dulu, mencoba mempersembahkan sedikit bakti bagi orang tua --yah, meskipun saya tahu itu semua tak akan pernah dapat membalas jasa mereka--. Juga karena saya merasa masih ada dalam diri saya yang harus dibenahi. Harus saya akui, saya adalah tipe seorang dengan jiwa yang selalu gelisah. Rasanya saat itu, saya belum siap untuk berumahtangga, karena masih begitu banyak yang ingin saya lakukan, bagi diri sendiri dan bagi orang lain,” sahabat saya tersenyum kecil, matanya tak lepas dari kejauhan.
“Dua tahun kemudian, kembali datang tawaran menikah. Kebetulan saat itu saya memang sudah mulai berpikir untuk menikah. Dari banyak tawaran yang datang, yang paling serius adalah seorang pemuda biasa, tetangga kampung. Sementara saat itu saya adalah seorang gadis muda dengan semangat keislaman yang sangat tinggi. Saya mensyaratkan dia harus mau ngaji dulu sebelum menikah dengan saya. Dia tak sanggup. 'Aku mencari istri, bukan mencari orang yang menyuruhku ngaji,' katanya. Sedang saya tetap berkeras pada syarat yang saya minta. Maka proses pun berhenti di langkah itu dan hidup pun kembali berjalan pada pilihan masing-masing. Perasaan saya biasa saja saat itu. Waktu itu saya berpikir toh saya masih sangat muda, dua puluh empat tahun. Jadi, enjoy aja,” Wanita muda itu menarik napas ringan sebelum melanjutkan.
“Menjelang usia dua puluh lima, datang lamaran lagi dari seorang laki-laki yang cukup saya kenal. Kali ini saya suka. Dia adalah pemuda tipe ideal saya. Maka serta merta saya terima. Tapi ternyata proses ini pun gagal lagi pada akhirnya. Orang tuanya menginginkan dia menikah dengan orang yang sesuku,” suaranya bergetar. Ada jeda kesedihan yang tiba-tiba menyeruak.
”Saya sangat terluka dengan penolakan ini, hingga memilih melarikan diri pada aktifitas sosial yang sangat banyak. Mendampingi anak jalanan, mengadakan berbagai bakti sosial, dan ikut menjadi relawan dalam penanganan bencana-bencana di Jakarta. Saya nyaris tak pernah di rumah. Karena selain aktifitas-aktifitas tadi, aku juga tetap bekerja. Bahkan kemudian saya sangat menikmati aktifitas yang mulanya pelarian ini. Saya seperti menemukan apa yang pernah saya inginkan selama ini.”
Kulihat bara semangat itu pada sorot matanya, pada wajah yang ditegakkannya.
“Di tengah gelora semangat itu, menjelang usiaku dua puluh enam, datang lagi sebuah lamaran. Kali ini dari seorang pemuda shalih yang baik, kalem dan pendiam, meskipun dia bukan aktifis. Seseorang yang belum pernah saya kenals ebelumnya. Saya yang tak mau kehilangan aktifitas yang sedang saya jalani, kembali mengajukan syarat, agar diijinkan tetap beraktifitas seperti semula. Sebenarnya dia tak menghalangi sepenuhnya. Dia hanya mengatakan, boleh saja beraktifitas, tetapi sebagai seorang istri harus mendahulukan kepentingan keluarga dan minta izin suami jika akan keluar rumah. Pernyataan itu saya tangkap sebagai 'larangan' waktu itu. Barangkali karena saya memimpikan mendapat pasangan sesama aktifis, seperti maraknya beberapa teman organisasi yang menikah dengan kalangan sendiri. Hhhh..., ” kali ini si Mbak menarik napas panjang. “Saya menolaknya!” Suaranya kembali tergetar.
“Inilah proses yang paling saya sesali, hingga saat ini. Saya merasa bersalah sekali. Saya merasa sangat kekanak-kanakan. Sebenarnya apa sih yang saya inginkan? Dulu ketika baru lulus, saya beralasan hendak bekerja dulu dan beraktifitas. Itu sudah saya jalani semua. Ketika ada laki-laki biasa melamar, saya bilang saya ingin mendapat mendapat seorang ikhwan, dan kini Allah pun menghadirkannya. Sekarang? Saya menginginkan menikah dengan sesama aktifis yang benar-benar bisa memahami aktifitas publik saya. Sepertinya saya tidak bersyukur dan terus menerus mencari yang seperti saya inginkan saat itu.” Dalam temaram lampu taman, aku dapat melihat kaca di bola matanya. Kugenggam tangannya, memberi kekuatan.
“Kesadaran bahwa pilihan dan sikap saya adalah kekeliruan, muncul tak lama kemudian. Hanya dua bulan setelah dia melamar. Kepada comblang yang mempertemukan kami, saya mengatakan ingin mencoba memperbaiki keputusan yang telah lalu. Namun semua sudah terlambat. Laki-laki itu tak lama lagi akan menikah.” Kaca itu pecah, menjadi butiran-butiran kristal yang mengaliri pipinya.
“Rasa bersalah itu pun kian mendera perasaan. Saya mencoba menebus rasa bersalah itu dengan bersilaturahmi kepada sebanyak mungkin orang. Kepada kaum kerabat yang jarang saya kunjungi, kepada teman-teman lama yang mulai terlupakan karena aktifitas-aktifitas baru saya. Juga kepada guru-guru masa kecil. Saya tak tahu mengapa itu cara yang saya lakukan untuk menebus rasa bersalah, yang pasti saya hanya berharap, silaturahmi-silaturahmi itu dapat menjadi kafarat.” Si Mbak tersenyum lagi. Ada kelegaan tergambar di wajahnya.
“Peristiwa itu membuat saya menjadi lebih dewasa. Saya mulai bersungguh-sungguh mencari pasangan hidup. Saya menghargai setiap tawaran yang datang. Bahkan saya juga minta tolong pada teman-teman untuk mencarikan.” Wajahnya meredup lagi. “Saya tak pernah menolak lagi siapapun yang diajukan kepada saya, baik oleh guru ngaji, lewat teman-teman. Ataupun calon dari orang tua. Namun yang terjadi kemudian adalah bagai karma! Kali ini giliran saya yang terus menerus ditolak. Telah belasan orang dalam tiga tahun terakhir sejak saya menolak lamaran pemuda shalih itu. Bahkan termasuk teman-teman dekat saya sendiri, mereka menolak dengan halus tawaran saya untuk menikah dengan mereka.” Suaranya begitu lirih, tercekat menahan tangis.

“Akhirnya saya merasakan juga sakitnya ditolak. Berkali-kali!” Perempuan itu kini tergugu. Lama. Dia menelungkupkan wajahnya di bangku taman. Aku tak dapat berbuat apa-apa, kecuali mengelus kepalanya yang terbungkus jilbab biru. Waktu terus berlalu dalam keheningan. Hanya isak tangis tertahannya yang terdengar, ditingkahi lolong anjing di kejauhan. Aku tak menghitung berapa lama dia menuntaskan gundahnya sampai kemudian dia bangkit, menuju serumpun shion yang tengah mekar.
“Mungkin orang akan mengatakan, itulah akibat dari menolak-nolak orang. Jadi perawan tua. Itu adalah konsekuensi yang tak hendak saya ingkari. Saya harus menerima predikat itu. Karena memang demikianlah adanya. Dan kini saya mendapatkan sudut pandang yang lain: bisa jadi sikap-sikap saya dulu, dan pilihan-pilihan itu memang sebuah kesalahan.” Dia menghela napas. Tegar.
“Tapi ada satu hal yang saya syukuri. Semua peristiwa itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sungguh-sungguh berharga. Kini saya tahu seperti apa perihnya ditolak. Kini saya sangat paham, manusia hanya dapat berencana, sedang Allah lah yang Maha Penentu. Kini saya mengerti, sangat mengerti bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita. Apa yang diberikanNya adalah selalu yang kita butuhkan, meski mungkin bukan yang kita inginkan. Kini saya juga jadi lebih dapat menghargai setiap orang. Bahwa siapapun dia, setiap orang selalu memiliki kelebihan dan kekurangan. Penghargaan kita yang tulus padanya akan berbalas perhatian pula.” Wanita itu tersenyum. Kedamaian mengaura pada dirinya.
“Saya tak menyesali apa yang telah terjadi di masa lalu. Saya mungkin kehilangan kesempatan-kesempatan itu, namun saya tidak kehilangan hikmah dan pelajarannya. Barangkali memang harus demikian pergolakan jiwa dan perjalanan batin saya. Barangkali memang ahrus dengan cara itu saya dapat menjadi lebih matang. Kalau waktu itu saya menikah dengan jiwa yang seperti itu, mungkin juga tidak baik hasilnya. Saya mungkin menikah dengan kondisi terpaksa, dan saya tak tahu apa yang akan terjadi pada rumah tangga seperti itu Mungkin saya tak akan pernah mendapat hikmah-hikmah ini. Saya bahagia sekarang karena saya dapat merasakan ketulusan itu. Kini saya sangat siap untuk menerima pasangan hidup, siapapun dia.”
“Bukan! Sama sekali bukan berarti saya banting harga karena saya sudah 30 tahun hingga segala idealita yang dulu digugurkan,” dia buru-buru menambahkan. Seakan-akan takut kalimatnya akan langsung dipersepsikan lain. Saya mengerti karena kebanyakan seperti itu anggapan masyarakat terhadap para wanita lajang yang sudah beranjak lewat dari usia dua puluhan. Mereka seakan berlomba mengobral dirinya agar dapat menikah segera.
“Tetapi karena pengalaman telah mengajarkan saya banyak hal. Tetapi karena saya tidak lagi emosional sekarang. Bukan karena kehilangan idealita. Dan itu membuat saya bisa menerima siapa saja sekarang, karena saya kini mengerti arti sebuah ketulusan. Hingga saya dapat menghargai setiap orang, lebih dan kurangnya. Juga, saya pun tahu dan berlapang dada, jika Allah masih menimpakan akibat dari sikap-sikap saya di masa lalu. Semoga kesadaran ini akan menjadi kafarat dosa-dosa saya.”
Wanita itu kini menatapku lembut. Wajahnya bercahaya tertimpa sinar lampu taman. Dia tersenyum, dengan senyuman bagai rembulan. Aku membalas senyumnya. Sementara angin malam makin menggigit tulang. Bulan sepasi yang menggantung di langit menandakan bahwa tengah malam telah jauh berlalu. Pemandangan puncak di waktu malam makin indah, namun kini tiba saatnya kami harus beristirahat. Hidup harus terus berjalan, dan kami tak boleh terlampau sering menoleh ke belakang, kecuali sekedar mengambil pelajaran. Bukan untuk bersedih atas semua yang telah lalu.
Bergandengan tangan, kami bangkit dan melangkah ke dalam vila yang kami tinggali. Sekali lagi lolong anjing terdengar di kejauhan. Namun itu tak berarti apa-apa. Yang kami punya sekarang tekat, untuk terus memperbaiki diri dan jiwa. Orang muslim yang paling baik bukanlah mereka yang tak pernah berbuat kesalahan. Namun mereka yang tiap kali berbuat kesalahan dia sadar dan berusaha bertaubat kemudian memperbaikinya.

Azimah Rahayu
(@Azi, 15mei tengah malam, revisi 17mei pulang dari puncak)


Dana BLSM ternyata di Biayai utang dari Bank Pembangunan asia

Pernyataan pemerintah bahwa Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) adalah kompensasi hasil pemotongan anggaran BBM bersubsidi dipertanyakan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Ichsanuddin Noorsy. Ichsanuddin mengatakan bahwa sebenarnya program BLSM itu dibiayai utang negara. Buktinya, menurut dia, tertera di laman situs Asian Development Bank (ADB) yang menyatakan bahwa BLSM bersumber dari utang ADB dengan nama singkatan proyek DPSP (Development Policy Support Program).
Selain itu, juga dibiayai oleh Bank Dunia (World Bank) dengan sumber utang dengan nama proyek DPLP tahap 3.
Dengan demikian, menurut dia, kenaikan harga BBM sebenarnya hanya untuk menarik uang untuk membayar utang pemerintah ke lembaga-lembaga itu.
Hal itu penting diambil pemerintah sebagai langkah karena nilai rupiah sedang jatuh sehingga mengakibatkan tekanan neraca pembayaran di tengah membesarnya bayaran cicilan dan bunga Utang luar negeri.
"Jadi kegagalan ekonomi yang dicerminkan melemahnya nilai tukar ditanggung oleh rakyat melalui kenaikan BBM. Soal BLSM bukan bersumber dari penghematan subsidi," tegas Ichsanuddin di Jakarta, Minggu (2/6).
"Ayo berhitung. Yang jelas BLSM bagian dari suap pemerintah atas gagasan USAID, Bank dunia, dan ADB," ujar dia.
Untuk bisa membuka masalah itu, dia menantang para pejabat negara berdebat membuka komponen biaya sampai mebentuk harga jual untuk BBM yang sekitar 690 ribu barel diolah sendiri oleh Indonesia.
Dia menjelaskan harga BBM Rp 6500 - Rp 7000 per liter bisa saja diterima sebagai harga pasar. Hanya saja, dengan asumsi harga minyak di Nymex sebesar USD 100 per barrel, seharusnya harga BBM lebih murah untuk 690 ribu barel yang diproduksi sendiri itu.
"Sama saja pemerintah dusta," tegas Ichsanuddin.
"Tidak berkah suatu kepemimpinan yang sarat dusta. Rakyatnya kena azab. Berpangkat tidak terhormat, menjabat tidak bermartabat, beramanat tapi bermuslihat," seloroh Ichsanuddin.
Sumber

Bubarkan PKS



Teriakan yang mungkin akan menjadi kesimpulan akhir dari proses hukum dari mantan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq. Teriakan yang merupakan target utama dari target-target turunannya yang lain. Saya meyakini ini karena ada indikasi yang mengarah kesana, dan saya meyakininya karena saya belajar dari sejarah dan masa kini.
Kalau PKS tidak dapat dibubarkan paling tidak PKS akan anjlok di Pemilu 2014 dan akan dilindas oleh Parlementery Treshold. PKS sudah tercoreng dan PKS tak bisa apa-apa, Inilah target turunannya. Pandangan saya ini pasti akan dicemoohi banyak kawan-kawan haters, karna akan dikatakan mencari kambing hitam dan berprasangka buruk. Namun sekali lagi saya katakana saya meyakini ini karena saya melihat indikasi dan belajar dari sejarah dan masa kini.
Asal Muasal
Partai Islam menjadi kajian penting bagi Barat, terutama di Negara-negara mayoritas Islam yang demokratis. Pandangan Barat tentang Islam dan Partai Islam memang belum banyak berubah dan beranjak dari teori Samuel Huntington: bahwa Islam adalah musuh dan bahwa Islam tidak kompatible dengan demokrasi.
Partai Islam senantiasa dipandang sinis dan dengan penuh curiga. Dan pada kesempatan lain juga disikapi dengan sangat antipasti dengan adanya embel-embel agama dalam perpolitikan, karena tentu ini tidak sejalan dengan sekuler liberal ala Barat. Padalah Partai Islam telah tolern dan tunduk pada prinsip demokrasi: mengikuti pemilihan umum. Kecurigaan tidak hanya datang dari orang non-Muslim di Barat, tapi bahkan juga dari orang Muslim sekuler di negeri mayoritas Islam. Konsep inilah yang saya kira jadi asal muasal segalanya, Ketika Ideologi Islam menggunakan demokrasi untuk masuk dalam payung yan lebih kuat yaitu Negara, Maka ketika itu pulalah ini menjadi ancaman bagi ideology yang lain.
Coba kita lihat sejarah yang pernah terjadi di beberapa Negara, Dimana Partai Islam yang menggunakan jalur Demokrasi harus terjunggal dan tak mampu melawan konspirasi yang ada. Dan bukan pula dengan catatan sejarah ini ada kesimpulan bahwa perjuangan lewat jalur demokrasi menjadi buntu, bahkan ini harus menjadi pelajaran dan menambah kewaspadaan bahwa jalan ini masih panjang.
Partai Politik dan Gerakan Islam di Dunia yang pernah diberangus dengan bermacam-macam cara sudah lumayan banyak, seperti Front Penyelamatan Islam (FIS), Aljazair, Partai Islam Refah , Turki. Partai Aksi Demokratik (SDA) di Bosnia, Gerakan/Partai An Nahdah, Tunisia, PAS dan Gerakan Oposisi di Malaisya, dan Gerakan Ikhwan di Mesir.
Semua partai/gerakan tersebut di berangus dengan berbagai cara, namun yang coba saya simpulkan adalah Pemberangusan ini dilakukan dengan 3 (tiga) pola :
1. Pola Pertama “Pembenturan Partai/Gerakan dengan Negara”
Pembenturan ini entah dengan menggunakan tangan militer, penguasa Negara yang otoriter dan juga kekuatan Hukum (Lembaga Peradilan). Seperti pada FIS, Refah, An Nahdah, SDA, dan Ikhwan di Mesir mereka diberangus dengan legitimasi militer dan penguasa, dan tentu adanya kepentingan luar negeri di sana. Partai/gerakan dibenturkn vis ti vis dengan negara, hukum digunakan utnuk melegitimas lebih kuat, dan akhirnya ribuan anggotanya masuk penjara. Tentu cara-cara seperti ini sudah tidak zamannya lagi, ketika gelombang demokratisasi masuk ke seluk beluk ke tatanegaraan. Sama seperti ala kolonialisasi gaya lama yang ditinggal, dan sekarang ada gaya kolonialisasi gaya baru.
2. Pola Kedua “Pembunuhan Karakter”
Pola ini adalah pola yang lebih elegan namun sangat sadis, operasi yang tidak hanya menggunakan kekuatan politik, namun lebih banyak menggunakan media. Kita pernah dengan kasus pornografi di aktifis PAS Malaisya, yang tentu di back up oleh kekuatan utama dalam menyebarkan opini lewat media.
3. Pola Ketiga “Gado-Gado Sapi”
Pola ini merupakan gabungan Pembenturan dengan Negara sekaligus di bunuh karakter pemimpin partai/gerakan. Kita lihat kasus tokoh oposisi Malaisya, Anwar Ibrahim, kasus sex/sodomi yang dibumbui dengan aroma politik yang menyengat dan proses hukum yang kaya sinetron serta delik hukum yang sangat dipaksakan (rada mirip kasus LHI di PKS), Di Tunisia ada cerita pembunuhan tokoh oposisi utama, yang akhirnya dikesankan tuduhannya kepada Penguasa baru Tunisis pasca revolusi, yaitu An Nahdah (yang dulunya pernah diberangus dengan pola pertama) sekarang mereka lagi dicoba dengan pola Gado2 Sapi. Begitupula di Mesir, Partai Keadilan Pembangunan yang dimotori gerakan Ikhwan, yang dulunya juga pernah diberangus, sekarang juga jadi penguasa dan rongrong dengan demontrasi, perang opini serta adu domba antar lembaga negara serta militer.
Ketiga Pola di atas membutuhkan sebuah kekuatan yang luar biasa, super power. Di negara yang otoriter maka seringkali kekuatan ini dimiliki oleh Penguasa dan Militer, sehingga pemberangusan dilakukan dengan pola pertama yang rada kasar. Namun ketika di nagara demokrasi dan negara hukum maka alat pemukul yang memiliki syarat super power adalah Lembaga Hukum dan Media, maka sangat wajar untuk melemahkan Anwar Ibrahim, oposisi di Malaisya dan juga PKS digunakan alat pemukul ini.
Khusus untuk kasus PKS di Indonesia, memang sedikit penuh dengan festivalisasi (meminjam Istilah bang Fahri Hamzah), membunuh karakter dan menggeneralisir masalah. Ketika penangkapan LHI lewat KPK tentu akan sangat memukul PKS, karena KPK memiliki kekuatan yang super dengan fasilitas tak terduga, serta memiliki dukungan opini serta kepercayaan publik yang massif. Saya melihat ketika penagkapan LHI tidak bisa membuat PKS dan kadernya chaos maka diperlukan pukulan selanjutnya, entah itu aliran dana ke partai, atau target tokoh PKS selanjutnya, Anis Matta dan Hilmi Aminuddin. Harapannya ketika dua tokoh ini ditangkap maka PKS terutama kader di bawahnya akan kalap dan cahos. Kekalapan inilah yang diharapkan sehingga “Pembenturan PKS/Kadernya dengan Negara” akan benar-benar terwujud. Bahkan harapannya akan banyak “margono-margono” yang radikal dan militan yang berani meyerang secara fisik ke KPK, aparat Hukum dan kepolisian yang akhirnya berbuncu pada PKS yang chaos dan menjadi perlawanan PKS terhadap Negara, PKS akan menjadi tidak ligitimate dan membahayakan negara.
Tapi hal ini tak akan terjadi ketika kader PKS tetap solid dalam satu garis instruksi, kader PKS adem dan terus bertahan dalam badai, dan ketika semakin solid maka pelaku operasi akan semakin bingung dan mungkin akan kalap, sekian banyak biaya yang harus dibuang untuk sebuah operasi yang tak berujung.
amrullah Aviv
Sumber

PENANGKAPAN UST LUTHFI TERNYATA BERHUBUNGAN DENGAN HAMAS

Written By PKS PEDAN on Saturday, June 1, 2013 | 5:38 PM

Catatan Ringkas Pertemuan Kader dg Ust Mardani Ali Sera, Markaz Da'wah DPW PKS Riau, 30/05/13 Ust LHI adalah ketua pengumpulan dana (fund raising) untuk membantu perjuangan HAMAS. Beliau sangat aktif mencari dana ke seluruh dunia dengan isu kemanusiaan. Dana yang beliau himpun untuk HAMAS makin lama makin besar, seiring dg kebencian dunia terhadap entitas Yahudi di Palestina makin membesar.

Hari ini berbagai pemerintahan dunia banyak yang mulai mendukung perjuangan HAMAS. Bahkan beliau berhasil meyakinkan kepada pemerintah Malaysia untuk mendanai berdirinya kantor cabang HAMAS di Malaysia untuk wilayah Asia Tenggara, sesuatu yang sangat ditakuti oleh Israel. Rencananya perjanjian pendirian kantor ini seharusnya akan dilakukan hari Kamis, 30/01/13 (sehari setelah penangkapan ust LHI ditangkap??). Rencananya ust Luthfi akan memfasilitasi perjanjian tersebut di Malaysia.

Ketakutan Israel dan AS dg berdirinya kantor cabang HAMAS di Asia Tenggara sangat besar. Oleh sebab itu, ust LHI harus segera dijebloskan ke penjara. Skenario konspirasi pun dijalankan. Rencananya ust LHI akan ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK dg isu penyuapan, sebuah isu yang sangat sensitif di kalangan masyarakat Indonesia. Untuk melakukan penangkapan ini, agen AF yang punya hubungan dg ust LHI diaktifkan. Dua hari sebelum pertemuan HAMAS-Malaysia, AF ditangkap tangan di Hotel Meridien (Selasa, 28/01/13).

Namun skenario suap yang akan dikenakan kpd ust Luthfi gagal total. OTT di hotel Meridien yg diharapkan menangkap ust LHI di hotel tidak berhasil. Karena ust Luthfi tidak datang ke hotel Meridien sesuai rencana. Sementara waktu pertemuan HAMAS-Malaysia tinggal 2 hari lagi. Itulah sebabnya hari Rabu pagi, 29/01/13, secara mendadak duta besar AS datang ke KPK. Kemungkinan besar AS menekan KPK untuk segera menjebloskan ust Luthfi hari itu juga, bagaimanapun caranya. Itulah sebabnya penangkapan ust Luthfi terkesan janggal.

Konspirasi yang dilakukan terhadap ust Luthfi bukanlah isapan jempol belaka. Menurut sumber dari BPK, alat penyadap yang dimiliki oleh KPK tidak pernah dilaporkan kepada BPK, sehingga seharusnya dianggap ilegal. Dan bukanlah sebuah kebetulan bahwa alat2 penyadap itu semua produksi Israel..!!

Ikhwah sekalian, dengan banyaknya kejanggalan dari penangkapan beliau, ini menunjukkan bahwa Allah masih menolong jama'ah ini dari konspirasi yang nyaris sempurna ini. Sehingga kegagalan konspirasi ini makin membuat kader-kader makin solid, kompak, terpacu adrenalinnya untuk memenangkan da'wah ini.

Ikhwah fillah.. The War Is Not Over Yet..
Kita harus siap dg badai yang mungkin akan datang lebih dahsyat..
Media akan terus memberitakan PKS dengan cara pandang yang buruk dan sinis..
Disinilah akan nampak siapa yang menjadi emas murni di barisan da'wah ini dan siapa yang hanya menjadi besi berlapis emas..
Keep fighting yaa ikhwah.. biarkan Allah saja yang melihat dan menilai usaha kita..
Teruslah bekerja dengan CINTA-KERJA-HARMONI
Yakinlah bahwa da'wah kita ini adalah benar.. Tetaplah tsiqoh dg qiyadah kita..

)1( ALLAHU AKBAR !!! )1(

___________
Catatan:
* Percakapan ust LHI-AF yang diputar di persidangan adalah asli, namun sudah diedit sesuai kepentingan, mereka tidak berani menampilkan secara utuh rekaman tersbut, misalnya ketika ust LHI memarahi AF. Karena sebenarnya ust LHI juga sering memarahi AF yg dinilai berlebihan, namun ini tidak pernah dibeberkan di persidangan.
* PKS kini telah menjadi kiblat perpolitikan Islam dunia, sehingga diperlukan tempat khusus untuk menerima tamu-tamu tersebut. Rumah yang disita KPK itu dimaksudkan ust Luthfi untuk menerima para utusan2 tersebut, agar tidak banyak mengeluarkan biaya akomodasi di hotel-hotel besar.
* Saat ini kita diminta bersabar, banyak2 mendekatkan diri kepada Allah dg banyak berdoa, karena do'a adalah senjata orang mu'min.

Wallahu A'lam

Sumber

 
Support : Creating Website | haniefsrw | Mas Template | PKS Pedan
Copyright © 2011. PKS Pedan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Haniefsrw
Proudly powered by Blogger